Postingan

Kering

Gambar
Siapa tah yang dari tengah tahun 2015 sampai saat ini belum pernah merasakan kegalauan karena cuaca, iklim maupun alam? pasti hidupnya sangat fokus sefokus-fokusnya, passionnya menggelora sedahsyat-dahsyatnya, cintanya membara hebat-hebat. Namun, saya hanya orang yang mudah terganggu konsentrasinya. Menguap di area outdoor pun konsentrasi saya langsung buyar karena saya malah seperti vaccum cleaner udara sekitar, sangat tidak nyaman dan terasa kotor. Rerumputan mencoklatkan diri (red: memberi tanda), angin berhembus kering dan 'rumah sakit jiwa' dipenuhi oleh para pecinta hujan yang frustasi dini. Terbayang di bulan Oktober ini hujan akan menyapa sesekali atau mengajak ngobrol sering-sering. Namun obrolannya, Hujan : bro, taun ini gw gak isa dateng kayak tahun-tahun sebelumnya Si Embuh : kenapa bro? Hujan : Bokap gw Nino malah yang malah mau maen sekitaran sana, Si Embuh : wa de banget! c*** Hujan : Sabar bro, kemungkinan gw November-an bisa kesana Si Embuh : d...

Mati

Gambar
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengenang 3 hari matinya anak kucing mas Kumis. Berikut penampakannya (ketika masih hidup) Terlahir dari induk yang penampakannya... bersama dua saudara lainnya, ia sempat menikmati waktu-waktu bersama sebagai seekor kucing kecil yang kita sepakati saja, bahagia. Dikutip dari kesaksian sang majikan, kucing kecil tersebut diduga mati karena kekurangan nutrisi dari induknya. Secara fisik, si kucing kecil memang lebih kecil dan lebih kurus dibandingkan dengan dua saudaranya yang lain. Dikabarkan juga ternyata ketiga bersaudara ini (sadar tak sadar atau secara alamiah) saling berebut saluran nutrisi (red:tetek) induknya dan si kucing kecil ini sering kalah persaingan (membaca pertanda). Sang majikan pun juga mengaku telah mengusahakan kecukupan nutrisi si kucing kecil tersebut dengan memberinya susu kucing pabrikan tapi si kucing kecil menolak. Sampai tiba waktu si kucing kecil itu ditemukan didalam kamar kardusnya dengan lidah terjul...

Antri

Gambar
Setiap kata itu kita hadapi seringnya muncul dengan tagline ujian kesabaran. Kenapa ujian? karena cenderung akan selalu ada yang menguji dan teruji. Pengujinya bisa diri sendiri atau orang lain bahkan bisa jadi keduanya, suka-suka Sang Pencipta. Sebenarnya tagline antri pun tak melulu hal ujian. Namun realistis pada waktu-waktu ini saja ia jelas sebuah ujian. Peserta ujiannya adalah kita, dengan kesiapan, motivasi dan kesungguhan berintegritas yang berbeda-beda ketika menghadapinya. Semesta ujian antripun lebih seperti salah satu lahan eksistensi hati nurani yang dimiliki. Rasa-rasanya bagi yang terlatih untuk memiliki rasa senasib sepenanggungan tidak akan terlalu menganggap antri itu sebuah ujian, tetapi silaturahim nurani dan ajang untuk menunjukkan kecintaan akan toleransi. Mumpung hati nurani masih diberi lahan, berilah ia ruang untuk bernafas ada sebelum ia tak lagi mampu mengada karena tak pernah diberi ruang.

Server Not Found

Gambar
Sewarna dengan The Connection Was Reset , jangan mengharap entri ini memaparkan permasalahan komputer dan solusinya. Walau mungkin memang bisa menyajikan hal tersebut, ada pertimbangan pribadi yang mengarahkan bahwa tak semua hal harus dituliskan. Banyak sekali hal yang sebenarnya bisa kita bagikan kepada sesama. Informasi, pengetahuan, data, perhatian, kasih sayang, waktu, uang dan lainnya. Terlebih di masa-masa ini, jagad maya benar-benar menunjukan kemurahan hatinya pada rasa ingin tahu penghuninya. Mencari artikel, berita, pekerjaan, inspirasi, cinta, semua ada dan mudah dijangkau. Namun, masalah memang selalu ada. Sama seperti manusia yang hidup, dia akan pasti mati ; yang masuk haruslah keluar ; semua harus berputar sama seperti pagi siang malam yang berulang kembali. Begitu mudahnya berbagai hal masuk kedalam hidup kita tetapi apakah begitu mudahnya juga hal itu keluar dan memanifes menjadi sebuah manfaat bagi sesama. Apabila tidak, bisa jadi ‘sembelit’ sedang menimpa atau m...

Samuel

Gambar
Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua air matamu. Adalah kalimat terakhir di halaman 15 dari 202 halaman buku yang rencananya bisa selesai terbaca sebelum tidur semalam. Buku yang tak terlalu besar dan isinya sungguh sangat menarik, itulah dasar rencananya. Akan tetapi, fakta berbicara 'halaman 15' dan 'Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua air matamu.' Belajar mengenali diri sendiri adalah proses pembelajaran seumur hidup.

The Connection was Reset

Gambar
Frase yang muncul berkali-kali di layar laptop yang sedang 'tapa prihatin' pagi tadi. Entah prihatin karena penggunanya yang awam atau karena koneksi internetnya sedang limited access atau prihatin karena besarnya bandwidth dari website yang coba dibuka, bahkan bisa jadi kombinasi dari ketiganya. Inti permasalahan yang sebenarnya adalah The Connection Was Reset. Mengapa disebut masalah? Padahal kalau kita mau bisa saja mengatakan itu adalah hal yang biasa, butuh dimaklumi. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa mengakses data informasi sudah seperti multivitamin bagi orang-orang yang menghidupi kekinian, lengkap dengan sisi emosional, intelektual, spiritual, lainnya, apapun. Dari spionase antar negara hingga antar murid SD di media sosial menunjukkan semakin meluasnya irisan antara lingkaran publik dengan lingkaran privasi hingga keduanya hampir menyatu di tempat dimana Dunia maya dengan teknologi ber'cumbu mesra' di 'panggung' itu. Sadar atau tidak sadar,...