Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Mati

Gambar
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengenang 3 hari matinya anak kucing mas Kumis. Berikut penampakannya (ketika masih hidup) Terlahir dari induk yang penampakannya... bersama dua saudara lainnya, ia sempat menikmati waktu-waktu bersama sebagai seekor kucing kecil yang kita sepakati saja, bahagia. Dikutip dari kesaksian sang majikan, kucing kecil tersebut diduga mati karena kekurangan nutrisi dari induknya. Secara fisik, si kucing kecil memang lebih kecil dan lebih kurus dibandingkan dengan dua saudaranya yang lain. Dikabarkan juga ternyata ketiga bersaudara ini (sadar tak sadar atau secara alamiah) saling berebut saluran nutrisi (red:tetek) induknya dan si kucing kecil ini sering kalah persaingan (membaca pertanda). Sang majikan pun juga mengaku telah mengusahakan kecukupan nutrisi si kucing kecil tersebut dengan memberinya susu kucing pabrikan tapi si kucing kecil menolak. Sampai tiba waktu si kucing kecil itu ditemukan didalam kamar kardusnya dengan lidah terjul...

Antri

Gambar
Setiap kata itu kita hadapi seringnya muncul dengan tagline ujian kesabaran. Kenapa ujian? karena cenderung akan selalu ada yang menguji dan teruji. Pengujinya bisa diri sendiri atau orang lain bahkan bisa jadi keduanya, suka-suka Sang Pencipta. Sebenarnya tagline antri pun tak melulu hal ujian. Namun realistis pada waktu-waktu ini saja ia jelas sebuah ujian. Peserta ujiannya adalah kita, dengan kesiapan, motivasi dan kesungguhan berintegritas yang berbeda-beda ketika menghadapinya. Semesta ujian antripun lebih seperti salah satu lahan eksistensi hati nurani yang dimiliki. Rasa-rasanya bagi yang terlatih untuk memiliki rasa senasib sepenanggungan tidak akan terlalu menganggap antri itu sebuah ujian, tetapi silaturahim nurani dan ajang untuk menunjukkan kecintaan akan toleransi. Mumpung hati nurani masih diberi lahan, berilah ia ruang untuk bernafas ada sebelum ia tak lagi mampu mengada karena tak pernah diberi ruang.